2 Comments

Komputerisasi Akuntansi Resto

Dalam menjalankan suatu bisnis resto dibutuhkan suatu kerja keras yang terus menerus untuk bisa berkembang semakin besar. Dan umumnya pemilik resto selalu memfokuskan perhatian pada sisi marketing. Bisa dipahami bahwa banyaknya penjualan berpengaruh pada eksistensi usaha. Namun perlu diingat juga bahwa selain marketing, diperlukan juga manajemen intern perusahaan yang baik.

Salah satunya adalah pengelolaan manajemen keuangan yang baik. Kebanyakan para pengusaha resto tidak terlalu memperhatikan pencatatan pembukuan. Apalagi bagi mereka yang usahanya masih skala kecil, jarang sekali membuat suatu pembukuan yang rapi. Terkadang mereka hanya membuat pencatatan sekadarnya saja. Cukup untuk mengetahui pemasukan dan pengeluaran sehari-hari saja.

Sebenarnya, sekecil apapun usahanya memiliki pembukuan yang rapi tetap dibutuhkan. Hanya saja untuk usaha yang sudah berkembang lebih besar, akan lebih baik jika menggunakan suatu sistem komputer akuntansi dalam melakukan pencatatan keuangan. Komputerisasi sangat diperlukan untuk membantu usaha resto anda. Untuk mengetahui jumlah persediaan, berapa rugi labanya, bagaimana posisi neracanya dan lain-lain. Karena komputerisasi bisa menjawab semua permasalahan dalam bisnis resto anda.

Mungkin anda akan bertanya bagaimana mencatat persediaan bahan makanan yang tidak tahan lama seperti sayuran, ikan, dan lain-lain. Lalu bagaimana mencatat pengeluarannya sementara yang dijual adalah masakan yang terdiri dari berbagai bahan makanan. Serta bagaimana mencatat penjualannya. Dan bagaimana jika ada pesanan, bagaimana mencatatnya. Dan pastinya masih banyak permasalahan dalam pencatatan akuntansi usaha resto anda.

Mencatat persediaan

Pertama kita bahas dulu bagaimana mencatat persediaan bahan makanan yang tidak tahan lama. Dalam usaha resto pastinya terdapat banyak jenis persediaan, mulai dari persediaan bahan makanan yang tahan lama dan kering seperti beras, tepung, gula dan sebagainya. Kemudian ada persediaan bahan makanan yang tahan lama tapi cair, seperti minyak goreng, kecap, saus dan sebagainya. Dan yang terakhir adalah bahan makanan yang tidak tahan lama, misalnya sayuran, daging, ikan dan lain-lain. Pencatatan bahan makanan tahan lama bisa dijadikan satu antara yang kering maupun cair, karena restoran pasti melakukan stock dalam jumlah besar.

Sedangkan untuk persediaan bahan makanan yang tidak tahan lama, pencatatannya dimasukkan sebagai biaya. Karena restoran akan berbelanja bahan makanan tersebut setiap hari. Sehingga pencatatannya dianggap sebagai biaya, dan dilakukan pada menu kas bank.

Bagaimana mengubah persediaan bahan makanan menjadi masakan dalam pencatatan akuntansi.

Dalam komputerisasi anda bisa menggunakan tehnik assembling yaitu membuat suatu barang jadi yang terdiri dari beberapa bahan baku. Secara sederhana saja untuk memasak nasi goreng berarti diperlukan beras, minyak goreng, kecap, saus, dan lain-lain. Yang artinya mengubah berbagai bahan makanan tersebut menjadi item persediaan baru yaitu nasi goreng.

Dengan demikian pada saat terjadi penjualan nasi goreng, maka pencatatannya dilakukan secara sederhana, sama seperti transaksi penjualan pada umumnya.

Mungkin pada awal komputerisasi, anda akan merasa sangat ribet dan kesulitan. Sebenarnya hal itu biasa terjadi pada semua orang pada saat mengawali sesuatu. Namun setelah terbiasa mengoperasikannya, maka anda akan merasa bahwa dengan komputerisasi, pencatatan akuntansi akan menjadi sesuatu yang mudah dikerjakan.

About these ads

2 comments on “Komputerisasi Akuntansi Resto

  1. dobry poczatek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: