Mencatat Penjualan Diskon Resto

Pemberian diskon selalu dibutuhkan dalam upaya meningkatkan jumlah pembeli. Dan ini berlaku pada hampir semua bidang usaha. Diskon merupakan cara klasik dalam perdagangan sebagai salah satu upaya promosi penjualan, yang tetap dilakukan oleh semua pebisnis sampai sekarang. Karena bagaimana pun terkenalnya merk produk tersebut, diskon tetap menjadi pilihan konsumen dalam berbelanja.

Dalam usaha resto, umumnya terdapat berbagai macam cara bagi pengusaha resto dalam memberikan diskon. Bisa dengan memberikan prosentase diskon, atau dengan diskon sekian rupiah untuk pembelian paket menu tertentu, bisa juga dengan memberikan gratis makanan tertentu, bahkan terkadang pihak resto memberikan voucher makan untuk even-even tertentu ( bisa juga bekerjasama dengan pihak lain )

Tentu saja dalam pencatatan akuntansi nya pun berbeda-beda caranya. Dalam komputerisasi, pencatatan diskon biasanya dilakukan di program kasir sebagai point of sale. Meskipun demikian, bukan berarti tidak bisa dilakukan dalam program akuntansi (jika program kasir tidak tersedia..)

Untuk postingan kali ini kita akan membahas dulu pencatatan diskon secara prosentase dan potongan harga sebesar nominal rupiah.

Dalam komputerisasi, mencatat penjualan dengan diskon bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan mencatat diskon secara prosentase, atau dengan memasukkan nominal diskon secara langsung, bisa juga dengan membuat perkiraan diskon dalam daftar bank (digunakan dalam program akuntansi). Diskon juga dapat langsung diberikan pada saat isi daftar persediaan. Tetapi ini jarang digunakan karena tidak akan tampak pada struk belanja.

Sebelumnya, pastikan dulu bahwa persediaan pada etalase tidak ada yang kurang dari jumlah minimal stock. Kalaupun ada, segera lakukan mutasi persediaan dari gudang ke etalase. Kasir harus selalu memastikan bahwa stok etalase mencukupi untuk transaksi sebelum resto dibuka.

Misal diberikan diskon 10% untuk menu paket tertentu dalam jumlah tertentu, maka untuk pencatatannya menu paket makanan tersebut harus sudah tersedia sebagai jenis makanan lain dalam daftar persediaan (paket 2, paket 5 dsb), sehingga transaksi kasir akan lebih mudah. Diskon dalam prosentase dicatat langsung pada saat menginput nama item terjual (di kolom diskon ).

disk-prosent

Namun jika diskon yang diberikan sejumlah nominal rupiah, maka mencatatnya agak sedikit berbeda. Sebagai contoh : diskon Rp 5000,- untuk setiap pembelian paket 1. Maka pencatatan-nya tidak di kolom diskon (dikosongkan), melainkan diskon langsung dikurangkan pada saat konsumen membayar.

diskon-uang

Sebagai point of sale, program kasir umumnya dirancang secara user-friendly. Karena dengan komputerisasi, diharapkan kasir dapat melayani konsumen dengan cepat, sekaligus akurat. Bukankah tujuan dari komputerisasi adalah untuk efisiensi serta ketepatan data dalam waktu singkat ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s