Mengelola Keuangan Rumah Makan….

buku -sibukBanyak pengusaha rumah makan yang tidak mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh dari bisnisnya setiap bulan. Bagi mereka selama bisa menutup biaya bulanan usaha, serta membiayai kebutuhan rumah tangga pribadi, itu saja sudah cukup.

Pola pikir tersebut sepenuhnya tidak salah, namun jika menginginkan usaha anda bisa berkembang kian besar sebaiknya mulai sekarang anda harus merubah cara berpikir seperti itu. Bagi yang ingin berbisnis resto, hendaknya mulailah melakukan pengelolaan keuangan usaha yang tepat sehingga pengusaha dapat mengetahui untung ruginya usaha, pendapatan omzet dan laba usaha, pengaturan uang keluar masuk,pencatatan keuangan, dan sebagainya.

Menyusun pembukuan usaha pada awalnya bisa dibuat dengan cara yang cukup sederhana saja, yang dapat dimengerti dan memuat seluruh kalkulasi usaha. Namun yang dapat dikatakan sederhana tersebut tetap saja membutuhkan proses pencatatan yang lama (karena dilakukan secara manual). Berikut kita lihat kelengkapan pembukuan usaha, antara lain :

1.Buku catatan stock barang
Digunakan untuk mencatat barang-barang yang masuk dan keluar. Dengan membuat catatan stock akan diketahui secara jelas jumlah barang mana yang masih tersedia dan jumlah terjual. Pencatatan stok barang didasarkan pada satuan barang yang digunakan.

2.Buku Pemasukan
Adalah buku yang digunakan untuk mencatat hasil penjualan yang sudah dilakukan (pemasukan)

3.Buku Pengeluaran
Buku yang digunakan untuk mencatat biaya-biaya yang sudah dikeluarkan mulai dari biaya sehari-hari, mingguan, hingga bulanan, disertai dengan kuitansi atau bon pembelian.

4.Buku Catatan R/L
Adalah buku catatan yang dibuat untuk menghitung keuntungan atau kerugian yang diperoleh dalam usaha. Biasanya pembukuan ini dapat dibukukan secara mingguan dan bulanan.

Dan jika usaha kian berkembang besar, proses pembukuan tersebut dapat dilakukan secara lebih profesional dengan tambahan pembukuan arus kas (cash flow), neraca rugi laba, dan sebagainya.

Idealnya jika proses pembukuan tersebut dilakukan secara tertib, maka akan diperoleh data keuangan perusahaan yang rapi. Tapi bila posisi bisnis rumah makan anda saat ini tidak lagi kecil, maka bisa dibayangkan betapa susahnya mengelola keuangan perusahaan seperti yang diharapkan. Terlebih tidak ada seorang pun yang terlibat didalamnya mampu menjamin keakuratan data tersebut. Mengingat transaksi yang dilakukan semakin banyak dan beragam.

Inilah alasan mengapa komputerisasi diperlukan dalam mengelola finansial bisnis anda. Dengan menggunakan program akuntansi, data keuangan yang dihasilkan akan benar-benar akurat. Disamping efisiensi waktu dalam bekerja, karena anda ataupun karyawan anda tidak perlu lagi melakukan proses pencatatan akuntansi yang panjang seperti diatas. Selain itu juga pemiliki resto akan lebih cepat mengetahui posisi usahanya, sehingga sewaktu-waktu dapat melakukan evaluasi finansial usahanya.

34 responses

    • Biasanya learning by doing bos, atau basa keren nya “ono ne iso jalaran soko kulino”🙂 , mudah2 an ke depan kita bisa bantu buat postingan mengenai budgeting (yang kami bisa) , tetep semangat and ulet pak .. two thumbs up

  1. Kdang q pusing sma pndapatan usha rm’q gk nntu klo gi rme ya alhmdllh gde jga tpi klo gi spi yaaa krang….dri sisi pnjualn jujur q agk hran tiap hri q yg trjun lngsung buat blnja…..yg q gk ngrti q gk tau brpa jmlah mknn yg udh terjual krna q beli gk lngsung d ptong d tmpat yg ngtur ukuran mknn gede or kcilnya smuanya koki di RM’q….tlong mnta srannya???????

  2. mau sharing dong..untuk pendapat and a Dan Cara me bang human tiny a..
    saya buka resto bakmi,nahh saya pake catetann manual onset1 hari dDan pengeluaran 1 hari itu brapa,lalu sajaa jumlah kann.nahh udh 3 bln berjalann restonya ini tapii sayaa sendiri bingung knapaa sllu lebihh besaarr pengeluarann dii bandingg omsettnyaa….misalnyaa 1 hari says dpt onset 1 juta,nahh pengeluaran untuk blanjaa bisaa lebih Dari 1 it itupun hanya untuk blanja,blm untuk gaji karyawannyaa…kira2 Ada masukann gag ya ?trimakasih

    • mbak Lia
      kalau sekilas saya melihat dari pertanyaan Anda, sepertinya untuk mencapai BEP (Break Event Point) alias posisi tidak rugi, omset Anda harus lebih dari “sekedar” 1 juta perhari. karena sebenarnya angka 1 jt untuk usaha bakmi yang lain sdh cukup besar, tapi karena biaya operasional Mbak lia tinggi sehingga tidak bisa mencapai BEP. saran saya mungkin omset harus lebih tinggi dari yang sekarang. (atau biaya operational yang dikurangi- meskipun biasanya ini lebih sulit di banding menaikkan omset)

      tetep semangat yaaa…

    • Mbak Aisah
      mungkin ini bisa saya sharing yang sudah kami lakukan untuk pembukuan sederhana (baca : pengelolaan uang sederhana) untuk usaha makanan kecil2 an.
      yang perlu Anda lakukan adalah :
      1. sediakan kotak uang khusus yang di gunakan untuk menampung perputaran keuangan bisnis makanan Anda.
      2. yang perlu Anda catat setaip hari adalah hasil dari laporan penjualan, berapa uang yang masuk setiap harinya. sehingga Anda bisa melihat omset Anda setiap bulan naik ataukah tidak. setiap hari masukkan hasil penjualan ke kotak uang Anda.
      3. setiap belanja keperluan bahan dan operational, Ambillah uang yang ada di kotak khusus tadi.
      4. setiap akhir bulan ambil gaji karyawan dari kotak uang tersebut.
      5. sisa dari uang yang ada di kotak uang adalah nilai keuntungan Anda.

      pertanyaan :
      a. bolehkan ambil uang dari kotak untuk keperluan pribadi?, boleh-boleh saja. anggap saja itu adalah gaji Anda.
      b. kalau ternyata di akhir bulan uang di kotak kurang untuk bayar gaji bagaimana? , berarti posisi usaha Anda masih dalam keadaan rugi.

      mungkin begitu lah kira-kira
      sukses untuk usahanya yaa

  3. Salam kenal.. bisa sharing gak.. kira kira perbulan itu idealnya pembelanjaan utuk bahan jualan berapa persen dr omset? Trs idealnya gaji karyawan brp peraen dr omset? Thank youuuu

    • salam kenal Mbak Dewi, pertanyaan yang bagus
      saya coba jawab yaa…
      1. berapa persen beli bahan dibanding omset perbulan ?
      sekali lagi pertanyaan bagus.. tetapi tidak bisa di pastikan berapa persennya🙂.. kenapa ? .. karena ada 3 faktor berikut :
      a. jenis makanan yang Anda jual, karena setahu saya setiap jenis makanan mempunyai tingkat prosentase keuntungan yang berbeda.
      b. prosentase perbandingan antara pembelian bahan dan jumlah omset tidak bersifat fixed (tetap), karena semakin omset Anda naik, semakin sedikit PROSENTASE pembelian bahan Anda (alias Anda semakin untung).
      dan yang ketiga.
      c. faktor variasi menu gratis apa saja yang Anda berikan dan berapa banyak.
      contoh kalau di masakan padang Anda akan mendapat sayur dan sambel ijo gratis, kalau di bakso solo Anda akan mendapat mie suun dan sayur sla gratis dll.
      tapi secara umum saya katakan bisnis makanan mempunyai margin sekitar 50% dengan catatan penjualan (omset) Anda harus diatas BEP, dan yang penting laku jualannya🙂

      2. idealnya gaji karyawan berapa persen dari omset ?
      ck ck ck .. pertanyaan Anda selalu bagus ..🙂 tetapi sekali lagi.. bukan begitu cara kerjanya.😀
      karyawan seharusnya di gaji tetap, tidak ada hubungannya dengan omset. jika usaha Anda sudah lancar dan maju, maka barulah pikirkan mengenai pemberian BONUS kepada karyawan. bonus ini yang baru berhubungan dengan omset. artinya pada saat awal usaha jangan libatkan karyawan Anda ikut berdarah-darah membangun bisnis Anda. omset kecil gaji kecil😦

      mungkin begitu kira-kira jawaban saya
      sukses untuk usahnya nya yaaa…
      jangan lupa di komputerisasi kalau sudah maju🙂

      salam sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s